Culture and Health

1 May 2009 at 12:29 PM (perkuliahan)

Culture and Health
Tugas:
1. Tanyakan pada minimal dua orang (siapa saja), pertanyaannya adalah “Menurut Anda bentuk tubuh atau badan yang sehat itu seperti apa?
2. Catat informasi mengenai orang yang ditanya. Informasi mencakup:
a. Latar Belakang Budaya orang tua (Ayah dan Ibu)
b. Jenis Kelamin
c. Usia
d. Tingkat Pendidikan
e. Pekerjaan

Penyelesaian tugas
Subjek 1
Seorang wanita berusia 30 tahun. Latar belakang budaya ayah dan ibu (Minang) Sumatra Barat. Pendidikan terakhirnya Strata 1 Komunikasi. Saat ini sedang bekerja sebagai Asisten Regional Manager.
Menurut beliau di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Orang yang sehat secara fisik juga harus memiliki ”inner” yang sehat juga. Jika dilihat dari bentuk tubuh harus proporsional. Beliau memang tidak menyebutkan bentuk tubuh yang proporsional seperti apa karena menganggap saya mengerti. Saya memang mengerti. Namun saya tidak berani menuduh beliau tidak mengetahui ukuran berat dan tinggi badan orang yang tubuhnya proporsional seperti apa. Beliau juga mengatakan kurus atau gendut tidak menentukan orang itu sehat atau tidak. Terkadang orang yang gendut cenderung berpotensi mengidap penyakit jantung. Ketika saya tanya artis yang bentuk tubuhnya sehat menurut beliau siapa, beliau setuju dengan Vena Melinda (nama artis yang saya sebutkan lebih dulu) dan tidak setuju dengan Marcella Zalianty sebab beliau pernah mendengar Marcella Z. Pernah mengkonsumsi narkoba. Di sisi lain, beliau menyebutkan satu nama lain yang tidak sempat terpikir oleh saya, yaitu Tamara Blezynski.
Subjek 2
Seorang Ibu Rumah Tangga berusia 44 tahun. Latar belakang budaya ayah dan ibunya adalah (Jawa), Jawa Tengah. Beliau menolak menyebutkan pendidikan terakhir yang pernah diselesaikan. Mungkin karena saat itu saya menanyakannya di dalam angkutan umum.
Menurut beliau bentuk tubuh atau badan yang sehat itu adalah yang tidak pernah sakit-sakitan, dapat menjaga pola makan dengan baik dan teratur, dan melakukan aktivitas olahraga dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Beliau juga mengatakan dalam satu minggu secara rutin dua sampai tiga kali berolahraga bersama suaminya. Jenis olahraga yang dilakukan adalah senam. Pada hari Rabu beliau melakukan senam Lentera dan pada hari Sabtu dan Minggu senam Aerobik. Sebagai tambahan beliau memiliki dua orang anak. Anaknya yang terakhir sudah kelas dua SD.
Subjek 3
Subjek 3 adalah ayah saya sendiri. Beliau berusia 54 tahun, bekerja sebagai PNS sudah hampir tigapuluh tahun. Latar belakang budayanya sepenuhnya Aceh asli. Namun karena sejak sekitar tahun 70-an beliau sudah merantau ke Jakarta kemudian bekerja dan sudah sering berkeliling ke hampir seluruh wilayah di Indonesia serta pengalamannya mengidap penyakit darah tinggi, jantung, dan hernia, membuat jawaban yang beliau berikan tidak terlalu dipengaruhi budaya Aceh yang ia miliki.
Awalnya beliau bilang seharusnya saya menanyakan pertanyaan tentang bentuk tubuh yang sehat seperti apa pada dokter. Namun akhirnya saya mengaku ini ada hubungannya dengan budaya Aceh yang beliau miliki dan tertanam sejak kecil. Akhirnya ayah saya menjawab begini. ”Emm, Kalo ga salah ada hubungannya dengan berat dan tinggi badan. Yang proporsional itu kalo ga salah tinggi badan orang dikurang seratus sama dengan berat badannya. Misalnya tinggi ayah 165 cm, nah harusnya berat badan ayah 65 kg. Lha ayah malah sekarang beratnya 79 kilo” (beliau menertawai dirinya sendiri). Beliau juga mencontohkan hal tersebut pada saya dan adik saya yang sama-sama sedang berada di dalam mobil sebelum berangkat kuliah. Namun, saya sempat berdebat, saya bilang ”Bukannya dikurang seratus sepuluh yah? Harusnya berat ayah 55 kilo”. Lantas perdebatan terus berlangsung. Adik saya yang waktu SMPnya anggota PMR pun mengiyakan pernyataan saya. Saya dan adik kebetulan sama-sama mengambil jurusan IPA berbeda dengan aya yang SMA dan kuliahnya jurusan IPS. Demikianlah perdebatan kami berlangsung seru diselingi berita radio Elshinta tentang koalisi Parpol menjelang Pilpres 2009.
Waktu muda beliau mengaku pernah merokok. Namun setelah menikah tidak lagi. Beliau juga telah berobat untuk penyakit darah tinggi dan jantungnya kurang lebih sekitar limabelas tahun. Beliau sempat melakukan kateter balon pada pembuluh darah di jantungnya. Setelah peristiwa itu, beliau pantang memakan makanan berlemak. Ironinya hampir semua makanan asli Aceh yang saya tahu-notabene sering dimasak ibu saya di rumah- termasuk kuah lemak, kuah mirah, kuah pli’u, beraneka kue, dan penganannya seperti timpan, dan lain-lain banyak sekali mengandung santan yang berlemak. Hanya kuah asam keeung dan kuah lada yang kuahnya bening. Memang, semenjak operasi kateter pantangan tersebut mulai dijalankan. Namun, lama-kelamaan beliau terkadang merindukan masakan khas Aceh yang sudah mendarah daging dalam tubuhnya.
Selain itu, kecenderungan kolesterol pun sangat tinggi pada beliau, sebab jika diperhatikan kebiasaan ibu saya adalah menghangatkan atau memanaskan kembali makanan kemarin malam untuk alasan berhemat. Proses pemanasan itu, terkadang menambahkan minyak agar terasa lebih enak. Namun tanpa disadari makanan semakin tidak segar dan kolesterol mengancam kesehatan kami.
Semakin bertambah usia, keluarga kami dikejutkan dengan serangan stroke yang menimpa beliau. Hal ini tentu saja berkaitan dengan darah tinggi ditambah dengan stress yang beliau alami. Penyebab stress yang paling utama adalah masalah kenalakan anaknya dan masalah keuangan. Anehnya di saat sedang sakit parah beliau tidak lupa mengingatkan kami memberi pakan untuk ayam yang dipeliharanya di kebun sebelah rumah kami. Baginya memelihara ayam adalah sebagai hobi di tengah kepenatannya menghadapi pekerjaan di kantor yang menjemukan dan dipenuhi praktek KKN.
Berkaitan dengan gejala stroke yang beliau alami, beliau jadi semakin rutin berolah raga. Jika diperhatikan dengan seksama beliau jadi lebih sering mengikuti senam tiap hari Sabtu atau Minggu di Lapangan F. Psikologi UIN Jakarta. Atau terkadang di kantornya setiap hari Jumat pagi. Terkadang jika beliau telambat datang, beliau dapat menggunakan alat fitness secara bergantian dengan teman-teman kerjanya di kantor. Meski demikian beliau tetap tidak konsisten melakukannya beliau lebih senang olahrga fisik yang sebenarnya seperti membuat perkakas rumah, berkebun, atau sekadar membersihkan rumah kami yang satu di daerah Pamulang di tiap akhir pekan. Dokter akhirnya menegaskan pada beliau yang harus dilakukan adalah benar-benar berolahraga BUKAN melelahkan diri secara fisik seperti yang saya jelaskan di atas. Namun apa dikata, sejak kecil beliau memang sudah terbiasa rapi dan bersih serta bekerja keras. Nenek saya pun punya banyak kebun dan sawah sewaktu ayah saya kecil dulu. Memang benar tingkat stress, gaya hidup, olahraga, dan asupan makanan yang merupakan bagian dari budaya sangat memengaruhi kesehatan seseorang. Ini baru salah satu contoh dari budaya Aceh yang makanannya berlemak, budaya lain mungkin yang memiliki ciri-ciri tertentu pasti memiliki persepsi tersendiri terhadap kesehatan. Seringkali kami keluarga besar Aceh yang masih sangat mencintai masakan Aceh akhirnya kurang peduli terhadap kesehatan.
Subjek 4
Kemarin saat saya sepulang kuliah menunggu dijemput ayah di depan Poins Square Lebak Bulus untuk pulang bersama adik ke rumah, saya menyempatkan diri mengobrol dengan seorang penjual pempek Palembang. Beliau ternyata sudah sekitar empar bulan berjualan di sana dan selain itu belaiu juga bekerja sebagai tukang parkir. Hasil penjualannya dibagi tiga dengan orang yang memiliki gerobak dan yang membuat pempek. Namun saya tidak terlalu jelas mendengar penghasilan yang ia dapat selama sebulan sebab petir saling menyambar tanpa henti dan hujan turun dengan deras kemarin. Rumahnya terletak di daerah Roxy Jakarta Barat. Beliau menitipkan gerobaknya di belakang Poins Square. Pendidikan yang pernah beliau kecap adalah STN kalau tidak salah Sekolah Teknik Negeri (Setingkat SMP) pada zamannya di Palembang sana. Ketika saya tanya usianya beliau tidak ingat. Yang beliau jawab anaknya sudah berusia 25 tahun. Beliau merantau ke Jakarta tahun 1978. Namun jika dilihat dari wajahnya perkiraan saya sekitar 45-55 tahun. Setara dengan ayah saya. Dan akhirnya beliau berhasil mengingat usianya yang ternyata 50 tahun yang ia jawab dengan kata setengah abad..
Beranjak ke inti pembicaran tentang bentuk tubuh yang sehat. Beliau bilang biasa saja tergantung orangnya. Ketika saya tanya apa beliau sering sakit? Beliau menjawab tidak. Namun jika sakit waktu untuk sembuhnya relatif lama sekitar dua minggu. Saya bertanya lagi bagaimana jika anaknya sakit? Ia bilng kalo panas doang mah pake obat-obatan aja. Atau didoakan atau semacam di”jampe-jampe”
Subjek 5
Subjek kelima adalah adik saya yang berusia tujuhbelas tahun. Dia adalah seorang pelajar SMAN 74 Jakarta Selatan. Latar belakang budaya ayahnya adalah Aceh Utara dan ibu kandungnya Bandung dengan Aceh Barat. Bagi Cut raisha Rizkina, adik kandung saya tersayang, bentuk tubuh yang sehat adalah ”Yang perutnya ga buncit, yang kulitnya ga keriput, yang tulangnya kuat, dan yang ga terlalu kurus dan ga terlalu gendut. Proporsionallah. Berat dan tinggi badan idealnya tergantung orang.” Selain itu, ”Juga ga ribet atau nyaman dengan bentuk tubuhnya sendiri”.
Kalo mau diteliti, jawabannya di awal sangat menggambarkan perkembangan psikologisnya sebagai remaja yang masih sangat merasa setiap gerak-geriknya diperhatikan semua orang. Dalam psikologi perkembangan termnya disebut apa yah self image bukan?? Namun, di akhir jawaban dia juga sebenarnya tahu bagaimana caranya menaikkan rasa percaya diri dengan ”memahami atau menghargai” bentuk tubuh sendiri merupakan ciri-ciri orang yang bentuk tubuhnya sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: