feminisme

11 March 2009 at 3:05 PM (urgent information)

Ada sebuah ISU penting bahwa tahun 2009 kaum feminis Indonesia sedang berusaha mengubah UU perkawinan tahun 1974. Kaum feminis menuntut perempuan TIDA PERLU Wali untuk menikah. Mereka juga meminta aborsi dilegalkan. Berawal sejak 200 tahun lalu. Di negara Inggris dipelopori oleh seorang wanita bernama Mary (maaf saya kurang jelas mendengar). Untuk pertama kalinya, pada tahun1809, tulisan beliau tentang Feminisme dipublikasikan (ekitar tahun 1809). Mary beranggapan bahwa “Perempuan Hanya Peliharaan Laki-laki”. Selain itu, pada tahun yang sama, di Jerman Hellen Breon (sekali maaf jika saya salah menulis nama menulis sebuah buku yang berjudul Hai Perempuan Beranilah”. Selanjutnya feminisme terus berkembang, setidaknya terdapat 12 aliran feminisme di seluruh dunia, di antaranya feminisme radikal, feminisme liberal, feminisme marxialis, feminisme global, dan yang paling akhir post-feminisme. Ada empat aliran feminisme yang besar yakni: Feminisme Liberal Aliran Feminisme ini menuntu adanya pemenuhan hak upah yang sama antara laki-laki dan perempuan. Feminisme ini masih murni. Feminisme Radikal Bagi aliran F. Radikal, perempuan “memiliki rahim” yang digunakan untuk bereproduksi dan dikuasai oleh kaum laki-laki. Intinya mereka menggaanggap Laki-laki telah menguasai perempuan melalui rahimnya sehingga perempuan dianggap hanya sebgaia lat pemuas kebutuhan laki-laki. Aliran ini sangat pro-aborsi, pro-lesbianisme, menolak lembaga perkawinan yang sah, dan menolak pernikahan. Feminisme Marxis & Feminisme Sosialis Menurut aliran F. marxis dan Sosialis Laki-laki adalah kamu borjuis sedangkan perempuan hanyalah kaum proletar. Kaum laki-laki sebagai borjuis mengusai perempuan sebgai kaum proletar. Menurut salah satu badan PBB UNDP (United Nation Development Program) perempuan harus dipaksa bekerja khususnya perempuan yang berada di negara-negara berkembang. UNDP memiliki karakteristik gender rasio yang disyaratkan bagi negara berkembang yaitu jumlah pekerja perempuan harus sama atau seimbang dengan jumlah pekerja laki-laki. Catatan lain yang cukup penting: Di Inggris sendiri yang telah sejak lama menyuarakan feminisme, sampai dengan tahun 2009 jumlah pelecehan seksual yang terjadi terhadap wanita yakni sepuluh detik sekali. Sebuah jumlah yang sangat menyedihkan bukan, sobat. Itu baru di Inggris. Bagaimana dengan Amerika? Seperti yang telah kita ketahui, Amerika sendiri telah menyadari bahwa akar kehancuran negaranya adalah feminisme. Mereka sangat menyadari perlunya peran ibu dalam keluarga begitu juga ayah. Bayak sekali penenlitian di Amerika yang menyebutkan bahwa kelurga yang utuh sangat penting bagi pembangunan sebuah negara. Sedangkan Jerman, menurut perkiraan jika dalam jangka waktu 50 tahun mereka tidak mereproduksi keturunan, generasi Jerman akan musnah. Bagaimana dengan Feminisme di Indonesia? Seperti yang telah disebutkan di atas, sebenarnya feminisme telah lahir sejak 200 tahun lalu. Perkembangan feminisme terus merebak dan akhirnya sampai ke Indonesia. Dan menggaunglah Feminisme di Indonesia. Padahal di luar sana, di Eropa dan Amerika, para perintis Feminisme pun sedang meragukan, feminisme itu sendiri (Post-feminisme). Bisa dibilang feminisme yang sekarang sedang digaungkan oleh kaum feminis Indonesia sudah ketinggalan zaman. Lihat saja, mereka menuntut persamaan hak dan upah dalam pekerjaan. Di sisi lain, mereka menuntut adanya cuti hamil dan cuti haid. Membingungkan bukan???Nah, marilah kita merenung sejenak… Apakah sebenarnya tujuan feminisme yang digaungkan kaum feminis di Indonesia? Karena sesungguhnya Allah telah menciptakan wanita dan pria dengan kodrat (dalam arti tubuh secara fisik yang berbeda). Namun perbedaan kodrat itu tentu saja menghasilkan konsekuensi yang berbeda pula. Bukan berarti Islam (yang selama ini dituduh memasung kebebasan wanita) melanggar hak-hak wanita, justru islam sangat mengagungkan wanita dengan menganjurkan menikah dan membentuk keluarga sakinah dan bukan ‘kumpul kebo’ atau bahkan “free sex” yang dari dulu sampai sekarang telah dilakukan orang barat serta terus merebak ke berbagai negara di seluruh penjuru dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: