Vygotsky

17 February 2009 at 11:26 AM (perkuliahan)

Tugas Rangkuman Individu
Cut Hani Bustanova (07 06 280 611)
Mata Ajaran Psikologi Kognitif
Kelas A

VYGOTSKY
Trish Nicholl
‘the central fact about our psychology is the fact of mediation’
Vygotsky, psikolog Rusia yang tertarik mengaplikasikan Teori Sosial Marxist mengenai psikologi individu. Pendekatan yang beliau gunakan untuk memahami perkembangan kognitif adalah sosiokultural dengan asumsi ’action is mediated and cannot be separated from the milieu in which it is carried out’ (Wertsch, 1991:18)
Vygotsky membedakan dua fungsi mental manusia yakni higher and lower mental function). Lower mental functions pada manusia diturunkan secara genetis yang juga dimiliki oleh hewan seperti naluri hidup dan adaptasi sedangkan Higher mental functions berkembang melalui interaksi sosial misalnya voluntary attention dan logical dan abstract thinking.
Fungsi perkembangan kultural anak berlangsung dalam dua tahap yang berurutan, tahap pertama disebut intermental yang terjadi di tingkat sosial. Tahap ini menurut Vygotksy diwariskan dari lingkungan sosial …“the mind is inherently social”. dan tahap kedua disebut intramental yakni terjadi di dalam diri seorang anak.
Zone of Proximal Development adalah daerah yang menunjukan perbedaan ketika seseorang mengerjakan suatu tugas sendiri (actual development) dengan ketika ia dibantu oleh orang lain yang keahliannya lebih tinggi (potential development) dimana bantuan (scaffolding) tersebut berupa cues bukan jawaban langsung.
Melalui interaksi sosial manusia belajar menggunakan psychological tools. Psychological tools dan technical tools memudahkan manusia untuk menjembatani jarak antara lower dan higher mental functions. Beberapa contoh Psychological tools di antaranya sistem berhitung, teknik mnemonic, sistem simbol aljabar, alat-lat kesenian, tulisan, skema, diagram, peta, alat-alat gambar dan sebagainya.
Bahasa merupakan Psychological tools yang paling penting. Sebab bahasa digunakan oleh orang dewasa dan anak untuk berkomunikasi (social action). Bahasa merupakan alat untuk memunculkan self awareness dan kontrol kesadaran setiap perilaku manusia. Di sisi lain, budaya menyediakan orientasi dasar yang membangun lingkungan bagi diri manusia. …’socio-cultural-history context define and shapes any particular child and his experience”. Budaya juga mengatur pengalaman anak-anak sehari-hari. Manusia sangat bergantung pada lingkungan dan di mana ia mendapat informasi. Dan akhirnya pada suatu saat nanti (in the future) manusia juga dapat mempengaruhi lingkungan.
Vygotsky juga meneliti semiotic potential yang terrealisasi pada dekontekstualisasi makna mediasi. Beliau menemukan perbedaan proses persepsi dan conceptual styles pada individu dan perbedaan ini menunjukan kemampuan seseorang berpikir abstrak daripada berpikir konkret. Field dependent/relational styles menunjukan kecenderungan untuk menerima sesuatu yang sudah ada. Sedangkan field independent/analytical styles menunjukan kemampuan individu membangun sumber-sumber internal dan pengetahuan. Gaya berbahasa dapat digolongkan menjadi dua yakni bahasa publik dan bahasa formal. Bahasa publik diasosiasikan dengan field dependence dan bahasa formal diasosiasikan dengan field independence. Bahasa publik berisi transmisi pengetahuan dan budaya secara implisit sedangkan bahasa formal secara eksplisit.
Vygotksy menekankan bahwa perkembangan merupakan proses perubahan melalu interaksi sosial. Beliau menekankan pentingnya partisipasi di dalam komunitas. Semakin besar partisipasi seseorang semakin sepat perkembangan berpikirnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: