Cinta

3 July 2008 at 6:17 AM (Uncategorized)

DEWI LESTARI

Dee… Supernova “PETIR”

Sepercuma buang garam ke laut

Sesalah buang gula ke teh hijau

Dan cinta tak butuh aksara

 

 

 

Celana basket dan kaos oblong

Bulir keringat men-defrag otak, sengalan napas, bantal bulu angsa…

Kepada sang bantal ia menitik..

 

 

Sikap eskapis, pil melatonin,  peru Lima , Cuzco

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ME

Aku ingin melihat bunga mekar

Matahari tenggelam

Ingin tidur di bawah langit terang beralaskan putih pasir pantai

Dan mencoba menghitung bintang sampai tertidur

Terkalahkan oleh rasa kantukku sendiri

Diiringi irama desah napasmu di pipiku

 

Aku ingin makan pecel ayam plus terasi dan dua porsi nasi uduk

Di tengah dinginnya hawa hutan pinus..

Ditemani kamu

 

Aku ingin mengarungi jeram Amazone

Teriak

merasakan deras airnya yang membuat “kapal” kita menabrak batu kali

 

Aku ingin duduk di satu taman kota,

Yang di sekelilingnya ada bunga sakura yang berguguran

Di bawah pohon sakura itu aku duduk bersamamu

Sambil minum vanilla float..

Berbicara dalam bahasa jepang..

Menggenggam dengan cinta..

Membayangkan waktu berhenti

 

 

 

 

 

 

 

 

ME

Andai cinta itu es krim

Tak kan kusisakan secuil pun buihnya di pinggir-pinggir bibirku

 

 

ME

Dalam gelap yang sesungguhnya

Aku mendamba terang

Aku tak ingin dan tak bisa lakukan apapun

 

 

Caranya menuangkan air ke bibir begitu menggugah

 

ME

Cinta..mungkin adalah

Waktu yang terdiam membuatmu pasrah dijerat

Bumi yang rotasinya terbalik karena keringat pun rela kau jilat

Jalan yang panjang

Laut yang berombak yang mencium pasir dengan nafsu

 

Cinta adalah nyawa dalam segala tujuan

Napas delam serpihan permintaan yang kadang tersimpan

Tercuci tak sengaja air sabun hilang

Cinta harus dirasa dimanja tak pernah bisa berdiri sendiri

 

Cinta harus berdiri didera angin, dipayungi hujan dan diselimuti terik matahari

Cinta harus mengerti nyiur lebih suka di pantai dan tembakau lebih suka di air tawar

 

Cinta akan mengerti

Belajar bagaimana mengerti

Diamkah?

Merangkak?

Berjalan, berlari, melesat atau hanya berbaring?

 

 

Tapi yang utama

Cinta tak pernah bermimpi.

 

 

ME

Cinta yang indah

Di awali dengan bismillah

Dihiasi dengan subhanallah

Di temani dengan masya allah

Di insyafi dengan astaghfirullah

Dinikmati dengan alhamdulillah

Dan diakhiri dengan inna lillahi wa inna ilahi raaji’uun.

 

 

 

Allah ciptakan surga dan neraka

Kanan dan  kiri

Atas dan bawah

Depan dan belakang

Malaikat dan iblis

Tangan dan kaki

Punggung dan dada

Barat dan timur

Utara dan selatan

Dua gelambir paru-paru

Dua serambi dan dua bilik jantung

Dan allah ciptakan aku dan kamu

 

ME

Biar dalam diam aku menyanyi, berpikir, berintuisi dan berjalan sesuai arah darahku mengalir

 

Dia tampan tak pernah berbeda dari pertama aku melihatnya..

Cappucone-nya..

Begitu lelaki.

Begitu maskulin

Begitu menggugahku untuk memiliki napasnya

 

Dia tampan walau kadang terlihat sampah di pagar tubuhnya

Aku mengenali dia dari baunya

 

ETSA OKTIANA INDAH ANDRIANI

Aku ingin dilumuri es krim, susu coklat dan karamel..

Aku ingin bercampur dengan terigu, mentega, coklat, gula dan crispy

Bukan hanya sekejap merasakan itu semua

Aku ingin larut dan bersembunyi dalam aliran darahmu seperti opium

Lalu melebur bagai amoeba

Merambati hatimu bagai pokok anggur

Namun nyatanya aku hanyalah aku yang ada dan semu..

Diam..

Kaku dan melebur dalam semua yang kurasa..

Hanya untuk bahagiakanmu

Setidaknya aku pernah merasa seperti sinar itu ketika kau bawa mengangkasa

lalu membelah malam

Itu cukup

Karena aku tahu, aku hanyalah abstrak

Sebuah gambar yang tak pernah sempurna

 

ME

Tangannya menciumi bibir gelas

Satu sloki wine yang sudah tak terhitung gelas keberapa

Matanya nanar

Bibirnya kering

Tak terbiasa dengan asap rokok

Jantungnya begitu cepat kontraksi dan relaksasi

Telapak kaki kirinya diketuk-ketukkan ke lantai tanda hatinya bagai mesin mobil balap yang sedang dalam posisi start

Sejujurnya tinggal menuggu waktu

Kapan nanar itu berubah menjadi telaga abadi

Saat denting sloki terburai sia-sia

 

Tapi

Saat itu mungkin tak kan pernah datang

Karena sampai detik ini ia tetap mengelus sloki

Bertahan dengamn bingar suasana yang begitu paradoks

 

Tetap cuma berani menghisap super dan menanar matanya tanpa katakan apapun

Tanpa ciptakan telaga apapun

Sloki akan tetap tercium mesra tangannya

Dan walaupun cuma hak sepatu..

Ia tetap bisa dendangkan nada-nada ungu dalam raganya

 

Karena..satu cerita

Satu cerita di café ungu muda

Yang hidup dalam putih jiwanya

Yang berhias gelang kaki yang menawarkan sebagian tubuhnya

Yang selalu bersedia berdiri

Walau duri-duri terus ada

 

Untuk dia..

 

 

ME

Terlalu dini

Untuk katakana mawar akan mekar esok hari

Untuk pastikan hujan kan jatuh walau kilat dan petir sudah saling bertemu rupa

Semua terlalu dini..Begitu dini

Tak kan mudah katakan putih

Saat kamu berada dalam susu putih

Lalu jadilah asap yang ingin terus munafik

 

MELLY GOESLAW

Antara yang sama ada beda

Rasaku merindu rindu beda

Dunia pun tertawa melihat aku beda

Karena aku beda

Aku memang beda

 

Cahaya tertangkap cahaya yang beda

Cintaku yang ku punya cinta beda

Kutunjukkan dengan hati ku buka telingamu ku buka matamu

Lihat aku beda

 

Chorus :

Cepat kau tangkap aku

Berlari dan peluklah aku

Kumanjakanmu dengan semua yang aku punya

 

Selagi ada aku tak ada yang lebih berbeda

Akulah yang lebih berbeda

Akulah yang paling berbeda

Hanya untukmu

 

 

Memang beda

 

 

Arsenius Maria Damar Gumilang

Mencoba tuk mengerti mengapa

 

Hmm..

Udara hangat berlari dari kegelapan

Sesak gerah sepi

Sejuta pandangan kosong

Apa yang harus kuraba?

Merapat menuju segara atau berlayar mencari arti hidup

Entah apapun anganku melangkah menderu

Ku tetap beku tak beranjak

Inderaku mengkerut bersapa tangisan

Menyapu kerikil perih selalu bertakjub

Menyeret sampan untuk menyapa sepiku

Tapi berdiri pun mataku segan

Hendak kau mendekat

Jangankan nafsumu membuyarkan semua jenuhku

MERAH PUTIH

Ataupun hitamkan noda pada seberkas asaku

Mampukah semua melekukan bahtera semuku?

Tendanglah mendung kelabu yang mengolokmu

Hempaskan perlahan  rantai besi penjara

Dan percayalah

Jiwamu kan menengadah dalam gemuruh

Menyangsikan titisan sangkakala

 

PUISI SUBUH

Sayup subuh mengalun

Seang aku..

Kala itu dimanjai angin

Tubuhku lelah, mataku bosan cahaya lampu

Aku melewatkan satu pertemuan itu lagi

Subuh-subuh berlalu

Aku tetap biru dan mengalun merasa mesra

Kadang daun bicara, kucing menatapku hina

 

Oh Tolong Aku..

Adakah waktunya aku masih Kau lihat?

 

 

 

 

AHMAD FAISAL

Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang rumah tua

Pada cerita tiang serta temali

Kapal perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Hati seorang  gadis yang gelisah dan sepi

Menunggu kabar dari sang kenari

 

AHMAD FAISAL

Baik-baik ku akan menghadapi dia

Menyerahkan diri dengan segala dosa

Tapi jangan tantang aku

Nanti darahku jadi beku

Ragapun kaku terbujur hina

 

Qur’an Surat Thahaa ayat 25 – 34

Berkata Musa : “ Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku

Dan mudahkanlah untukku urusanku

Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku (Nabi musa cadel)

Supaya mereka mengerti perkataanku

Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku (yaitu) Harun, saudaraku

Teguhkanlah dengan dia kekuatanku

Dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku

Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau

Dan banyak mengingat Engkau

 

Qur’an Surat Al-Hajj ayat 11

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalm keadaan itu dan jika ia ditimpa bencana berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

 

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur

Seakan-akan mereka suatu bangunan ayng tersusun kokoh

 

Sesungguhnya Allah lunak dan tenang

Dia suka pada ketenangan dalam setiap urusan

( Hadist Riwayat Bukhari Muslim)

 

 

DAVID

A friend is

A push when you stop

A world  when you lonely

A guide when you searching

A smile when you sad

A song when you glad

 

Thanks for being my friend

 

 

AHMAD FAISAL

Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan

Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan

Sakit karena perpisahan kini telah terobati

Kebahagiaan yang hilang kini kembali lagi

Alangkah bahagianya pertemuanku kali ini

Setelah berpisah sekian lama

Sampai akhir nanti selalu bersama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: