Kembali (Allah…Aku rindu engkau….)
ga gampang kembali
tapi tetap begitu juga bukan pilihan yang benar..
manusia pada fitrahnya selalu ingin mencari kebenaran..
semalem dia telepon lagi
seseorang yang saat gue deket di
dia bilang dia cuma batu loncatan
kenapa sekarang dia mengusik hari-hari gue lagi..
godaankah atau ujian?
Ga mau munafik
sulit sekali menjadi putih
di saat duniamu bersembunyi dibalik abu2
padahal sedikit saja kucoba buka tirainya ternyata
hitam
bagi gue sekarang
hidup adalah pemikiran, tindakan, dan perjuangan
bukan hidup tanpa dipikirkan, bukan hidup tanpa memikirkan masa depan, dan bukan hidup tanpa memikirkan kematian
bukan hidup kalau cuma pemikiran
bukan hidup kalo cuma cuap-cuap
bukan hidup
dan Tuhan sangat benci kalo kita cuma bisa cuap-cuap
untuk itu hidup butuh tindakan
dan akhirnya…
hidup ga sampai di situ,,
setiap tindakan pasti ada kendalanya
pasti ada rintangan, godaan, hasrat, dan ambisi
sejauh mana kita yakin ambisi akan tercapai?
sejauh mana kita yakin hasrat akan terpenuhi
sejauh mana kita yakin godaan akan terlewati?
dan sejauh mana kita mau menghapus rintangan?
semua tergantung
sejauh mana kita mau bersabar
perjuangan bukan sehari apalagi sat ini saja
perjuangan butuh keteguhan, kekonsistenan, dan istiqomah
perjuangan butuh azzam yang kuat.
dan untuk godaan macam telepon semalam dari si Dia
lupakan saja hani yang manis…
surga menanti
sungai yang airnya tidak memabukkan menanti
bidadara (bidadari cowok maksudnya) terjaga pandangannya menanti…
Allah…Aku rindu engkau….









