hufff dalam hitungan jam aku akan dua puluh tahun

11 July 2009 at 7:20 PM (renungan)

aku kangen ibuku yang sudah meninggal 13 tahun lalu
tapi aku bangga dan bersyukur pada Allah karena memberikan pengganti yang membuat aku menyesal. Sebab, baru saat itu ku sebut dia baik sekali

Yupzz ibu tiriku..dia ternyata tidak banyak bicara namun nyata bukti cintanya lewat masakan dan kepeduliannya walau aku sering kesall\

all i wanna say is thank you allah….

Permalink Leave a Comment

Culture and Health

1 May 2009 at 12:29 PM (perkuliahan)

Culture and Health
Tugas:
1. Tanyakan pada minimal dua orang (siapa saja), pertanyaannya adalah “Menurut Anda bentuk tubuh atau badan yang sehat itu seperti apa?
2. Catat informasi mengenai orang yang ditanya. Informasi mencakup:
a. Latar Belakang Budaya orang tua (Ayah dan Ibu)
b. Jenis Kelamin
c. Usia
d. Tingkat Pendidikan
e. Pekerjaan

Penyelesaian tugas
Subjek 1
Seorang wanita berusia 30 tahun. Latar belakang budaya ayah dan ibu (Minang) Sumatra Barat. Pendidikan terakhirnya Strata 1 Komunikasi. Saat ini sedang bekerja sebagai Asisten Regional Manager.
Menurut beliau di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Orang yang sehat secara fisik juga harus memiliki ”inner” yang sehat juga. Jika dilihat dari bentuk tubuh harus proporsional. Beliau memang tidak menyebutkan bentuk tubuh yang proporsional seperti apa karena menganggap saya mengerti. Saya memang mengerti. Namun saya tidak berani menuduh beliau tidak mengetahui ukuran berat dan tinggi badan orang yang tubuhnya proporsional seperti apa. Beliau juga mengatakan kurus atau gendut tidak menentukan orang itu sehat atau tidak. Terkadang orang yang gendut cenderung berpotensi mengidap penyakit jantung. Ketika saya tanya artis yang bentuk tubuhnya sehat menurut beliau siapa, beliau setuju dengan Vena Melinda (nama artis yang saya sebutkan lebih dulu) dan tidak setuju dengan Marcella Zalianty sebab beliau pernah mendengar Marcella Z. Pernah mengkonsumsi narkoba. Di sisi lain, beliau menyebutkan satu nama lain yang tidak sempat terpikir oleh saya, yaitu Tamara Blezynski.
Subjek 2
Seorang Ibu Rumah Tangga berusia 44 tahun. Latar belakang budaya ayah dan ibunya adalah (Jawa), Jawa Tengah. Beliau menolak menyebutkan pendidikan terakhir yang pernah diselesaikan. Mungkin karena saat itu saya menanyakannya di dalam angkutan umum.
Menurut beliau bentuk tubuh atau badan yang sehat itu adalah yang tidak pernah sakit-sakitan, dapat menjaga pola makan dengan baik dan teratur, dan melakukan aktivitas olahraga dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Beliau juga mengatakan dalam satu minggu secara rutin dua sampai tiga kali berolahraga bersama suaminya. Jenis olahraga yang dilakukan adalah senam. Pada hari Rabu beliau melakukan senam Lentera dan pada hari Sabtu dan Minggu senam Aerobik. Sebagai tambahan beliau memiliki dua orang anak. Anaknya yang terakhir sudah kelas dua SD.
Subjek 3
Subjek 3 adalah ayah saya sendiri. Beliau berusia 54 tahun, bekerja sebagai PNS sudah hampir tigapuluh tahun. Latar belakang budayanya sepenuhnya Aceh asli. Namun karena sejak sekitar tahun 70-an beliau sudah merantau ke Jakarta kemudian bekerja dan sudah sering berkeliling ke hampir seluruh wilayah di Indonesia serta pengalamannya mengidap penyakit darah tinggi, jantung, dan hernia, membuat jawaban yang beliau berikan tidak terlalu dipengaruhi budaya Aceh yang ia miliki.
Awalnya beliau bilang seharusnya saya menanyakan pertanyaan tentang bentuk tubuh yang sehat seperti apa pada dokter. Namun akhirnya saya mengaku ini ada hubungannya dengan budaya Aceh yang beliau miliki dan tertanam sejak kecil. Akhirnya ayah saya menjawab begini. ”Emm, Kalo ga salah ada hubungannya dengan berat dan tinggi badan. Yang proporsional itu kalo ga salah tinggi badan orang dikurang seratus sama dengan berat badannya. Misalnya tinggi ayah 165 cm, nah harusnya berat badan ayah 65 kg. Lha ayah malah sekarang beratnya 79 kilo” (beliau menertawai dirinya sendiri). Beliau juga mencontohkan hal tersebut pada saya dan adik saya yang sama-sama sedang berada di dalam mobil sebelum berangkat kuliah. Namun, saya sempat berdebat, saya bilang ”Bukannya dikurang seratus sepuluh yah? Harusnya berat ayah 55 kilo”. Lantas perdebatan terus berlangsung. Adik saya yang waktu SMPnya anggota PMR pun mengiyakan pernyataan saya. Saya dan adik kebetulan sama-sama mengambil jurusan IPA berbeda dengan aya yang SMA dan kuliahnya jurusan IPS. Demikianlah perdebatan kami berlangsung seru diselingi berita radio Elshinta tentang koalisi Parpol menjelang Pilpres 2009.
Waktu muda beliau mengaku pernah merokok. Namun setelah menikah tidak lagi. Beliau juga telah berobat untuk penyakit darah tinggi dan jantungnya kurang lebih sekitar limabelas tahun. Beliau sempat melakukan kateter balon pada pembuluh darah di jantungnya. Setelah peristiwa itu, beliau pantang memakan makanan berlemak. Ironinya hampir semua makanan asli Aceh yang saya tahu-notabene sering dimasak ibu saya di rumah- termasuk kuah lemak, kuah mirah, kuah pli’u, beraneka kue, dan penganannya seperti timpan, dan lain-lain banyak sekali mengandung santan yang berlemak. Hanya kuah asam keeung dan kuah lada yang kuahnya bening. Memang, semenjak operasi kateter pantangan tersebut mulai dijalankan. Namun, lama-kelamaan beliau terkadang merindukan masakan khas Aceh yang sudah mendarah daging dalam tubuhnya.
Selain itu, kecenderungan kolesterol pun sangat tinggi pada beliau, sebab jika diperhatikan kebiasaan ibu saya adalah menghangatkan atau memanaskan kembali makanan kemarin malam untuk alasan berhemat. Proses pemanasan itu, terkadang menambahkan minyak agar terasa lebih enak. Namun tanpa disadari makanan semakin tidak segar dan kolesterol mengancam kesehatan kami.
Semakin bertambah usia, keluarga kami dikejutkan dengan serangan stroke yang menimpa beliau. Hal ini tentu saja berkaitan dengan darah tinggi ditambah dengan stress yang beliau alami. Penyebab stress yang paling utama adalah masalah kenalakan anaknya dan masalah keuangan. Anehnya di saat sedang sakit parah beliau tidak lupa mengingatkan kami memberi pakan untuk ayam yang dipeliharanya di kebun sebelah rumah kami. Baginya memelihara ayam adalah sebagai hobi di tengah kepenatannya menghadapi pekerjaan di kantor yang menjemukan dan dipenuhi praktek KKN.
Berkaitan dengan gejala stroke yang beliau alami, beliau jadi semakin rutin berolah raga. Jika diperhatikan dengan seksama beliau jadi lebih sering mengikuti senam tiap hari Sabtu atau Minggu di Lapangan F. Psikologi UIN Jakarta. Atau terkadang di kantornya setiap hari Jumat pagi. Terkadang jika beliau telambat datang, beliau dapat menggunakan alat fitness secara bergantian dengan teman-teman kerjanya di kantor. Meski demikian beliau tetap tidak konsisten melakukannya beliau lebih senang olahrga fisik yang sebenarnya seperti membuat perkakas rumah, berkebun, atau sekadar membersihkan rumah kami yang satu di daerah Pamulang di tiap akhir pekan. Dokter akhirnya menegaskan pada beliau yang harus dilakukan adalah benar-benar berolahraga BUKAN melelahkan diri secara fisik seperti yang saya jelaskan di atas. Namun apa dikata, sejak kecil beliau memang sudah terbiasa rapi dan bersih serta bekerja keras. Nenek saya pun punya banyak kebun dan sawah sewaktu ayah saya kecil dulu. Memang benar tingkat stress, gaya hidup, olahraga, dan asupan makanan yang merupakan bagian dari budaya sangat memengaruhi kesehatan seseorang. Ini baru salah satu contoh dari budaya Aceh yang makanannya berlemak, budaya lain mungkin yang memiliki ciri-ciri tertentu pasti memiliki persepsi tersendiri terhadap kesehatan. Seringkali kami keluarga besar Aceh yang masih sangat mencintai masakan Aceh akhirnya kurang peduli terhadap kesehatan.
Subjek 4
Kemarin saat saya sepulang kuliah menunggu dijemput ayah di depan Poins Square Lebak Bulus untuk pulang bersama adik ke rumah, saya menyempatkan diri mengobrol dengan seorang penjual pempek Palembang. Beliau ternyata sudah sekitar empar bulan berjualan di sana dan selain itu belaiu juga bekerja sebagai tukang parkir. Hasil penjualannya dibagi tiga dengan orang yang memiliki gerobak dan yang membuat pempek. Namun saya tidak terlalu jelas mendengar penghasilan yang ia dapat selama sebulan sebab petir saling menyambar tanpa henti dan hujan turun dengan deras kemarin. Rumahnya terletak di daerah Roxy Jakarta Barat. Beliau menitipkan gerobaknya di belakang Poins Square. Pendidikan yang pernah beliau kecap adalah STN kalau tidak salah Sekolah Teknik Negeri (Setingkat SMP) pada zamannya di Palembang sana. Ketika saya tanya usianya beliau tidak ingat. Yang beliau jawab anaknya sudah berusia 25 tahun. Beliau merantau ke Jakarta tahun 1978. Namun jika dilihat dari wajahnya perkiraan saya sekitar 45-55 tahun. Setara dengan ayah saya. Dan akhirnya beliau berhasil mengingat usianya yang ternyata 50 tahun yang ia jawab dengan kata setengah abad..
Beranjak ke inti pembicaran tentang bentuk tubuh yang sehat. Beliau bilang biasa saja tergantung orangnya. Ketika saya tanya apa beliau sering sakit? Beliau menjawab tidak. Namun jika sakit waktu untuk sembuhnya relatif lama sekitar dua minggu. Saya bertanya lagi bagaimana jika anaknya sakit? Ia bilng kalo panas doang mah pake obat-obatan aja. Atau didoakan atau semacam di”jampe-jampe”
Subjek 5
Subjek kelima adalah adik saya yang berusia tujuhbelas tahun. Dia adalah seorang pelajar SMAN 74 Jakarta Selatan. Latar belakang budaya ayahnya adalah Aceh Utara dan ibu kandungnya Bandung dengan Aceh Barat. Bagi Cut raisha Rizkina, adik kandung saya tersayang, bentuk tubuh yang sehat adalah ”Yang perutnya ga buncit, yang kulitnya ga keriput, yang tulangnya kuat, dan yang ga terlalu kurus dan ga terlalu gendut. Proporsionallah. Berat dan tinggi badan idealnya tergantung orang.” Selain itu, ”Juga ga ribet atau nyaman dengan bentuk tubuhnya sendiri”.
Kalo mau diteliti, jawabannya di awal sangat menggambarkan perkembangan psikologisnya sebagai remaja yang masih sangat merasa setiap gerak-geriknya diperhatikan semua orang. Dalam psikologi perkembangan termnya disebut apa yah self image bukan?? Namun, di akhir jawaban dia juga sebenarnya tahu bagaimana caranya menaikkan rasa percaya diri dengan ”memahami atau menghargai” bentuk tubuh sendiri merupakan ciri-ciri orang yang bentuk tubuhnya sehat.

Permalink Leave a Comment

Kembali (Allah…Aku rindu engkau….)

29 April 2009 at 4:38 PM (renungan)

ga gampang kembali
tapi tetap begitu juga bukan pilihan yang benar..

manusia pada fitrahnya selalu ingin mencari kebenaran..
semalem dia telepon lagi

seseorang yang saat gue deket di
dia bilang dia cuma batu loncatan

kenapa sekarang dia mengusik hari-hari gue lagi..

godaankah atau ujian?

Ga mau munafik
sulit sekali menjadi putih
di saat duniamu bersembunyi dibalik abu2
padahal sedikit saja kucoba buka tirainya ternyata
hitam

bagi gue sekarang
hidup adalah pemikiran, tindakan, dan perjuangan
bukan hidup tanpa dipikirkan, bukan hidup tanpa memikirkan masa depan, dan bukan hidup tanpa memikirkan kematian

bukan hidup kalau cuma pemikiran
bukan hidup kalo cuma cuap-cuap
bukan hidup
dan Tuhan sangat benci kalo kita cuma bisa cuap-cuap
untuk itu hidup butuh tindakan

dan akhirnya…
hidup ga sampai di situ,,
setiap tindakan pasti ada kendalanya
pasti ada rintangan, godaan, hasrat, dan ambisi

sejauh mana kita yakin ambisi akan tercapai?
sejauh mana kita yakin hasrat akan terpenuhi
sejauh mana kita yakin godaan akan terlewati?
dan sejauh mana kita mau menghapus rintangan?

semua tergantung

sejauh mana kita mau bersabar

perjuangan bukan sehari apalagi sat ini saja

perjuangan butuh keteguhan, kekonsistenan, dan istiqomah

perjuangan butuh azzam yang kuat.

dan untuk godaan macam telepon semalam dari si Dia

lupakan saja hani yang manis…

surga menanti

sungai yang airnya tidak memabukkan menanti

bidadara (bidadari cowok maksudnya) terjaga pandangannya menanti…

Allah…Aku rindu engkau….

Permalink Leave a Comment

berpikir meta

29 April 2009 at 4:28 PM (renungan)

Hal yang paling dasar yang jadi perbedaan meta kognitif dan kognitif adalah karena ada motivasi internal dan spontanitas dari dalam diri seseorang ketika berpikir meta.

Hal itu berarti metakognitif menuntut kesadaran seseorang yang muncul karena pengetahuannya tentang apa yang sudah dia tahu sekaligus tidak tahu. Ini mirip dengan self-reflection. Sebab, kita melakukannya karena kemauan kita bukan karena adanya perintah, saran, atau bahkan sekedar reward di awal yang biasanya diberikan pada anak kecil.

Selain itu, metakognitif selalu memiliki tujuan. Misalnya ketika saya tahu saya senang mengetik, saya telah memantau, dan sadar juga bahwa dengan melakukan apa yang saya senangi saya akan semakin menguasai suatu materi pelajaran. Maka mengetik menjadi salah satu cara me-rehearse pelajaran, yang tujuannya adalah saya semakin menguasai materi pelajaran itu.

Ada beberapa istilah dalam metakognitif, di antaranya:
1. Metacognitive knowledge (pengetahuan2 yang dibutuhkan/menjadi pertimbangan ketika berpikir meta). Metacognitive konowledge terdiri dari tiga variabel (person, task, and strategy)
2. Metacognitive experience (penggunaan knowledge meta)
3. Metacognitive strategy (cara yang digunakan untuk berpikir meta)
4. Metacognitive behavior (perilaku berpikir meta)

Bedanya tentu saja dengan proses kognitif adalah kognitif memerlukan stimulus dari luar, perintah, suruhan, ancaman akan uas dna sbginya. Sedangkan meta tidak. Ketika berpikir disebut kognitif sedangkan memikirkan apakah benar, apakah cukup, apakah relevan suatu pengetahuan yang kita pikirkan, dan apakah apakah yang lain, kita sedang berpikir meta.

Bentuk perilaku meta salah satunya adalah questioning. Bertanya ttg sesuatu yang masih belum jelas atau membingungkan. Sebab berarti kita tahu dimana letak ketidaktahuan kita.

Namun, hati-hati. Jika bertanya karena ada ajakan teman, ancaman dosen, atau motif ekstrnal lain. itu bukan termasuk meta.

Selain itu, metakognitif dapat mendahului (dilakukan sebelum) kognitif ataupun kelanjutan dari kognitif.

beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa berpikir meta berhubungan secara signifikan dnegan dengan intelegensi dan self-esteem.

Intinya dengan berpikir meta kita jadi semakin tahu dimana letak kelemahan dan kelebihan kita

So, tunggu apalagi, untuk menjadi pintar cukup…kembangkan kemampuan berpikir meta kita.

tentu saja hanya hati kita yang tahu, apakah ada kemauan dan kesadaran untuk berpikir meta???

“Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb mu itu benar, sama dengan orang yang buta? Hanyalah ‘ulul-albaab (diterjemahkan: orang-orang yang berakal) saja yang dapat mengambil pelajaran.” Q.S. [13] : 19.

  • Read the rest of this entry »

    Permalink Leave a Comment

    Culture, Language, and Communication

    20 April 2009 at 4:21 PM (perkuliahan)

    1. Berikan contoh Sapir-Hypothesis! Penggunaan bahasa dari suatu daerah ke daerah lain berbeda. Perbedaan bahasa ini disebabkan oleh asal muasal bahasa, struktur bahasa, dan fungsi bahasa itu sendiri. Perbedaan penggunaan bahasa ini menghasilkan cara berpikir masyarakat yang berbeda dari satu budaya ke budaya lain. Bentuk pola pikir yang akan berbeda misalnya proses berpikir, mengasosiasikan sesuatu, dan cara menginterpretasikan dunia. Sapir-Whorf menyatakan suatu konsep tentang “Relativitas Bahasa”. Konsep ini menjelaskan bahwa jika seseorang berbicara dengan bahasa yang berbeda mereka akan berpikir dengan cara yang berbeda. Sebab menurutnya, bahasa berperan dalam membentuk pola pikir. Dalam suatu artikel karya Lera Boroditsky telah terbukti beberapa hasil penelitian yang mendukung konsep relativitas bahasa tersebut. Misalnya, perbedaan orang Inggris dan orang Mandarin dalam menginterpretasikan waktu. Orang Inggris cenderung menggunakan istilah-istilah untuk menjelaskan peristiwa yang berlangsung berurutan dalam suatu garis horizontal sedangkan orang Mandarin vertikal (Scott, 1989). Orang Inggris menggunakan istilah past, present, dan present (garis horizontal). Sedangkan orang Mandarin shàng (atas) xià dan (bawah). Beberapa penelitian berikutnya yang dilakukan oleh Boroditsky, 2001 menyatakan bahwa orang Mandarin cenderung berpikir tentang waktu secara vertikal meskipun mereka berpikir dengan bahasa Inggris. Orang Mandarin juga akan lebih cepat mengetahui bahwa bulan Maret datang sebelum bulan April, jika mereka baru saja melihat objek yang tersusun secara vertikal daripada horizontal. Saya dapat mengasumsikan perbedaan ini disebabkan oleh cara mereka menulis bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari juga terdapat contoh relativitas bahasa. Di antaranya, pada bahasa Jawa terdapat Kromo Inggil. Pada bahasa Aceh terdapat perbedaan kata ganti kedua untuk orang yang usianya berbeda-beda. Kah untuk orang yang usia lebih rendah, Gatta untuk orang yang usianya lebih rendah juga atau setara, dan Ron atau Drone’ untuk orang yang usianya lebih tua. Sedangkan Penggunaan kata ganti ketiga yaitu ijih untuk orang yang usianya lebih muda dan gotnyan untuk orang yang usianya setara dan lebih tua. Untuk penggunaan kata ganti ketiga oreung nyan, digunakan untuk semua tingkat usia. Pada bahasa Arab, penggunaan kata ganti kedua, baik yang bersifat tunggal maupun jamak, setara untuk semua usia. Kata ganti keduanya tidak berubah (tetap anta untuk laki-laki dan anti untuk perempuan) pada bentuk tunggal dan antum untuk laki-laki dan antunna untuk perempuan pada bentuk jamak. Begitupula penggunaan kata ganti ketiga, tetap huwa untuk laki dan hiya untuk perempuan pada bentuk tunggal dan hum untuk laki-laki dan hunna untuk perempuan pada bentuk jamak. Penggunaan kata ganti kedua dan ketiga tersebut tetap sama untuk semua rentang usia. Jika ingin memanggil orang yang lebih tua, tinggal memanggil perannya dalam keluarga (ummi atau abi) ataupun dalam masyarakat dengan tambahan kata sandang Bapak (Sayyid) atau Ibu (Ummu) seperti yang digunakan oleh orang Indonesia. Perbedaan seseorang dengan orang lain tidak dilihat berdasarkan usia, status dan kedudukannya di dalam masyarakat melainkan karena kualitas yang dimiliki. Namun, penggunaan bahasa Arab menekankan pentingnya perbedaan fitrah (yang terberi) yaitu jenis kelamin. Perbedaan ini merupakan perbedaan yang sangat penting dalam bahasa Araba. Sebab dalam setiap penggunaan kata ganti baik yang bersifat tunggal maupun jamak, bahasa Arab mengikutsertakan perbedaan jenis kelamin, kecuali kata ganti pertama. Bahkan penggunaan kata kerja yang digunakan pun akan berbeda ketika pelakunya perempuan atau laki-laki, seperti yang dapat kita lihat dengan jelas di dalam bahasa Al-Qur’an. Hal ini tentu saja, terkait erat dengan ajaran islam yang menyetarakan perempuan dengan laki-laki dalam berbagai kondisi apapun. Perbedaan di antara keduanya hanya kondisi fisiknya yang memang tidak dapat diubah dan perbedaan kualitas kepribadian yang dimililki masing-masing orang. ”Inna akramakum indallahi atqakum”. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertaqwa Q. S . 2. Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi komunikasi antarbudaya? Untuk mengatasi komunikasi antarbudaya orang harus mau memahami perbedaan, terbuka terhadap bias kognitif, afektif, dan perilaku. Orang-orang dapat melakukannya dengan belajar keterampilan berkomunikasi dengan baik dan menciptakan mental baru untuk menciptakan hubungan antar budaya. Selain itu, orang juga harus dapat meregulasi emosi dengan baik, terbuka terhadap perbedaan bahasa, fleksibel, dan tetap berpikir kritis. Dengan demikian, perbedaan bahasa tidak akan menjadi ancaman kehidupan melainkan memperkaya khazanah pengetahuan tentang budaya tertentu. Wallahu ‘alam bisshawab Ciputat, April 2009

    Permalink Leave a Comment

    terima kasih allah

    18 March 2009 at 9:30 PM (renungan) ()

    semakin hari semakin banyak yang melihat blog saya
    semoga semakin hari saya semakin bermanfaat///
    dan semua info atau tugas kuliah yang saya ketik tidak diplagiat dan bisa dimanfaatkan denganb baik dan benar

    Permalink Leave a Comment

    ringkasan acara tafsir al-Mishbah, Quraish Shihab

    11 March 2009 at 4:15 PM (urgent information)

    Spesial Maulid Nabi Muhammad SAW.

    • Al-Bayyinah

    Rasulullah SAW merupakan bukti kebenaran Allah. Bukti yang nyata

    • Percaya kepada Allah berarti ingin mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai Allah lalu menaatinya
    • Nabi Muhammad Lahir di Makkah, tanpa ayah (yatim), dan tidak bisa membaca dan menulis. Hal ini sudah ditakdirkan allah. Allahlah yang akan mendidiknya. Sehingga ia dipisahkan dari Ayahnya Abdullah serta Ibunya Aminah (ia disusukan oleh Halimatussa’diyah, di tempat lain, desa lain bukan makkah)
    • Kenyataan bahwa orang terdekat Nabi Muhammad meninggal adalah bukti bahwa Allahlah yang akan mengajarinya langsung.
    • Tidak semua kegiatan ataupun perilaku yang dilakukan nabi boleh kita ikuti.
    • Perilaku Nabi Muhammad ada yang boleh diikuti. ada yang harus diikuti, dan ada yang tidak boleh diikuti.
    • Nabi Muhammad sangat Rauf dan rahim terhadap umatnya. Rauf berarti Dia sangat suka memberi sesuai dengan seluruh harta yang beliau miliki. Sedangkan Rahim berarti Nabi sangat suka memberi sesuai dengan apa yang dibutuhkanoleh  orang tersebut.
    • Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala alihi waashabihi wasallam
    • Mengapa orang yang tidak mau mendo’akan Muhammad dengan bershalawat atasnya disebut orang yang paling kikir? Sebab nanti di hari akhir tidak ada manusia lain yang sanggup dan diizinkan oleh allah untuk memberi pertolongan pada manusia lain kecuali Muhammad SAW. Dan.. kawan. kita tak punya apa-apa. kita HANYA ditminta untuk meminta kepada allah supaya rahmat, keselamatan, dan berkah senantiasa tercurah untuk beliau Muhammad  SAW.
    • Maukah kita????????
    • Ingatkah kawan apa yang NABI MUHAMMAD ucapkan menjelang wafatnya beliau…?????????

    “Ummati…Ummati.. Beliau khawatir apa yang akna terjadi trhdap umanya kelak.>Nah betapa sayangnya Nabi Muhammad pada kita umatnya. Jadi bershalawatlah. Karena kita tidak bisa membalas jasa-jasanya keculai dengan bershalawat dan terus memperjuangkan bendera islam.

    • Nabi Muhammad adalah penyempurna Nabi lain. Dengan mu’jizat al-qur’an yang allah berikan kepadanya.
    • Ada seorang penonton yang bertanya, bagaimana pendapat Quraish Shihab mengenai orang yang memimpikan Nabi Muhammad? jawabannya: Mimpi tersebut benar bukan karena tipuan syaithan. Karena syaithan tidak mampu menyerupai Nabi Muhammad SAW.
    • Sebagai Muslim dan ingin menjadi Muslim yang Kaffah kita harus dapat meneladani Nabi Muhammad SAW dengan cerdas. Tentunya melalui hadist-hadist yang shahih dan tafsir al-qur’an yang benar.

    Permalink Leave a Comment

    Gawat, 38,9 Persen Tak Tahu Tanggal Pemilu

    11 March 2009 at 3:30 PM (news)

    <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

    Gawat, 38,9 Persen Tak Tahu Tanggal Pemilu

    JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan umum (pemilu) tinggal 28 hari, tetapi ironisnya 38,9 persen masyarakat Indonesia belum dapat menyebutkan tanggal pelaksanaan pemilu legislatif dengan benar, yakni 9 April 2009.

    “Dari situ bisa dilihat, masih banyak yang belum tahu kapan tanggal pemilu, ini kan mengkhawatirkan, siapa tahu justru mereka malah piknik saat itu karena tidak tahu,” tutur Peneliti Puskapol (Pusat Kajian Politik) Fisip UI, Sri Budi Eko Wardani, kepada wartawan di Gedung Jakarta Post, Jakarta, Rabu (11/3).

    Hal itu berdasar pada hasil survei bersama empat lembaga kajian CSIS, LP3ES, P2P LIPI, dan PUSKAPOL Fisip UI pada 9-20 Februari 2009. Survei ini dilakukan secara nasional dengan menjaring 2957 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah yang tersebar di 150 desa di seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan melalui wawancara tatap muka.

    Dijelaskan Sri Budi, masih ada masyarakat yang belum tahu pasti tanggal pelaksanaan pemilu karena minimnya sosialisasi pelaksanaan pemilu. “Sosialisasinya harus lebih diintensifkan lagi, masih ada waktu 28 hari lagi, ini PR bersama,” ujarnya.

    Selain itu, dikatakannya, mayoritas masyarakat tak yakin terdaftar sebagai pemilih. “Hanya 18 persen yang mengaku pernah datang untuk mengecek ke Ketua RT atau kantor kelurahan apakah terdaftar atau tidak sebagai pemilih, sisanya mayoritas 78 persen tak mengecek,” ujar Sunny.

    Namun, ternyata sekitar 61 persen responden mengaku rumahnya tak didatangi petugas pencatat. Artinya, petugas tidak secara aktif mendatangi pemilih. “Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem pendaftaran pemilih dalam pemilu,” katanya.

    Mengenai tata cara memberikan suara, menurut Sri Budi, hanya 59 persen masyarakat yang dapat memberi suara dengan benar sesuai aturan UU No 1/2008. “Sebagian lainnya memilih dengan cara mencoblos pada surat suara, seperti berlaku pada pemilu-pemilu sebelumnya,” katanya.

    MAYA SAPUTRI

    Peneliti Puskapol (Pusat Kajian Politik) Fisip UI, Sri Budi Eko Wardani, kepada wartawan di Gedung Jakarta Post, Jakarta, Rabu (11/3).

    sumber: http://indonesiamemilih.kompas.com/index.php/read/xml/2009/03/11/11404632/Gawat..38.9.Persen.Tak.Tahu.Tanggal.Pemilu

    Permalink Leave a Comment

    feminisme

    11 March 2009 at 3:05 PM (urgent information)

    Ada sebuah ISU penting bahwa tahun 2009 kaum feminis Indonesia sedang berusaha mengubah UU perkawinan tahun 1974. Kaum feminis menuntut perempuan TIDA PERLU Wali untuk menikah. Mereka juga meminta aborsi dilegalkan. Berawal sejak 200 tahun lalu. Di negara Inggris dipelopori oleh seorang wanita bernama Mary (maaf saya kurang jelas mendengar). Untuk pertama kalinya, pada tahun1809, tulisan beliau tentang Feminisme dipublikasikan (ekitar tahun 1809). Mary beranggapan bahwa “Perempuan Hanya Peliharaan Laki-laki”. Selain itu, pada tahun yang sama, di Jerman Hellen Breon (sekali maaf jika saya salah menulis nama menulis sebuah buku yang berjudul Hai Perempuan Beranilah”. Selanjutnya feminisme terus berkembang, setidaknya terdapat 12 aliran feminisme di seluruh dunia, di antaranya feminisme radikal, feminisme liberal, feminisme marxialis, feminisme global, dan yang paling akhir post-feminisme. Ada empat aliran feminisme yang besar yakni: Feminisme Liberal Aliran Feminisme ini menuntu adanya pemenuhan hak upah yang sama antara laki-laki dan perempuan. Feminisme ini masih murni. Feminisme Radikal Bagi aliran F. Radikal, perempuan “memiliki rahim” yang digunakan untuk bereproduksi dan dikuasai oleh kaum laki-laki. Intinya mereka menggaanggap Laki-laki telah menguasai perempuan melalui rahimnya sehingga perempuan dianggap hanya sebgaia lat pemuas kebutuhan laki-laki. Aliran ini sangat pro-aborsi, pro-lesbianisme, menolak lembaga perkawinan yang sah, dan menolak pernikahan. Feminisme Marxis & Feminisme Sosialis Menurut aliran F. marxis dan Sosialis Laki-laki adalah kamu borjuis sedangkan perempuan hanyalah kaum proletar. Kaum laki-laki sebagai borjuis mengusai perempuan sebgai kaum proletar. Menurut salah satu badan PBB UNDP (United Nation Development Program) perempuan harus dipaksa bekerja khususnya perempuan yang berada di negara-negara berkembang. UNDP memiliki karakteristik gender rasio yang disyaratkan bagi negara berkembang yaitu jumlah pekerja perempuan harus sama atau seimbang dengan jumlah pekerja laki-laki. Catatan lain yang cukup penting: Di Inggris sendiri yang telah sejak lama menyuarakan feminisme, sampai dengan tahun 2009 jumlah pelecehan seksual yang terjadi terhadap wanita yakni sepuluh detik sekali. Sebuah jumlah yang sangat menyedihkan bukan, sobat. Itu baru di Inggris. Bagaimana dengan Amerika? Seperti yang telah kita ketahui, Amerika sendiri telah menyadari bahwa akar kehancuran negaranya adalah feminisme. Mereka sangat menyadari perlunya peran ibu dalam keluarga begitu juga ayah. Bayak sekali penenlitian di Amerika yang menyebutkan bahwa kelurga yang utuh sangat penting bagi pembangunan sebuah negara. Sedangkan Jerman, menurut perkiraan jika dalam jangka waktu 50 tahun mereka tidak mereproduksi keturunan, generasi Jerman akan musnah. Bagaimana dengan Feminisme di Indonesia? Seperti yang telah disebutkan di atas, sebenarnya feminisme telah lahir sejak 200 tahun lalu. Perkembangan feminisme terus merebak dan akhirnya sampai ke Indonesia. Dan menggaunglah Feminisme di Indonesia. Padahal di luar sana, di Eropa dan Amerika, para perintis Feminisme pun sedang meragukan, feminisme itu sendiri (Post-feminisme). Bisa dibilang feminisme yang sekarang sedang digaungkan oleh kaum feminis Indonesia sudah ketinggalan zaman. Lihat saja, mereka menuntut persamaan hak dan upah dalam pekerjaan. Di sisi lain, mereka menuntut adanya cuti hamil dan cuti haid. Membingungkan bukan???Nah, marilah kita merenung sejenak… Apakah sebenarnya tujuan feminisme yang digaungkan kaum feminis di Indonesia? Karena sesungguhnya Allah telah menciptakan wanita dan pria dengan kodrat (dalam arti tubuh secara fisik yang berbeda). Namun perbedaan kodrat itu tentu saja menghasilkan konsekuensi yang berbeda pula. Bukan berarti Islam (yang selama ini dituduh memasung kebebasan wanita) melanggar hak-hak wanita, justru islam sangat mengagungkan wanita dengan menganjurkan menikah dan membentuk keluarga sakinah dan bukan ‘kumpul kebo’ atau bahkan “free sex” yang dari dulu sampai sekarang telah dilakukan orang barat serta terus merebak ke berbagai negara di seluruh penjuru dunia.

    Permalink Leave a Comment

    doa sang pecinta allah

    10 March 2009 at 10:41 AM (renungan)

    Ketika wajahmu penat memikirkan dunia, berwudhulah Ketika tanganmu letih menggapai cita-cita, bertakbirlah Ketika pundakmu tak kuat memikul beban bersujudlah Ikhlaskan dan serahkan semua pada Allah Mendekatlah kepada-Nya dan tunduklah di saat yang lain angkuh Agar engkau teguh di saat yang lain runtuh Dan tegar di saat yang lain terlempar Dewi Kumala Sari Mahasiswi Psikologi Universitas Indonesia Angkatan 2005

    Permalink Leave a Comment

    Next page »